Aku Akan Melakukan Sesuatu Untuk Mereka

Posted: September 10, 2008 in AKU AKAN MELAKUKAN SESUATU UNTUK MEREKA
Tag:,

Aku Akan Melakukan Sesuatu Untuk Mereka

Aku prihatin akan Baliku yang merupakan korban dari kejadian naas 12 Oktober 2002 lalu. Saat itu aku masih usia 10 tahun dan masih belum tahu tentang dunia ini. Yang aku tahu hanya bermain dan makan permen. Aku tidak mengerti akan bencana dan tidak mau tahu.

Dahulu aku selalu merasa Baliku surga bagiku,surga bagi semua orang yang datang kemari.Namun ternyata semua pelangi itu berubah menjadi neraka, merah hitam dan penuh dengan jerit tangis. Apa daya bagi seorang bocah bagiku? Menangis karena melihat tubuh yang bersimbah darah. Bencana! Baliku kena bencana, satu minggu lamanya aku menangis. Itu yang membuatku takut terluka dan trauma akan darah.

Ketika itu aku berniat mengunjungi sebuah tempat yang konon sangat modern dan banyak turis asing. Keinginanku untuk berbicara Bahasa Inggris sangat besar,kebetulan aku diajak pergi oleh pamanku. Aku sungguh senang akan pengalaman waktu itu dan segera pulang karena ingin pergi berbelanja ke Pasar tradisional Pasar Badung karena nenekku adalah pedagang rujak maka kami segera kembali dari Kuta.

Saat sampai rumah dan menyalakan televisi,seluruh keluargaku lemas.

” Kuta kena BOM!” kata kakekku histeris.

Benar saja kami semua terkejut dan melihat kobaran api. Astaga! Baru saja kami dari sana. Entah mau bersyukur atau bersedih aku tidak tahu. Yang kurasakan waktu itu hanya perasaan marah. Marah karena Baliku dirampas! Kehidupan mereka, kebahagiaan mereka, senyum dan tawa mereka semua berubah! Menjadi tangis di tengah darah api dan onggokan tubuh tak bernyawa.

Trauma berkepanjangan dalam diriku, ketakutan menyelimuti Baliku. Hingga kejadian itu terulang yang kedua kali lagi.

”Apa ini adalah karma? Apa salah Bali, apa salah orang- orang yang selalu ramah dengan siapa saja?”

Lelah rasanya menangis yang terjadi hanya geram dan kemarahan. Tapi apa yang terjadi? Siapa yang akan menjawab pertanyaan gadis kecil sepertiku?

Anak –anak menangis sedih dan berlari mencari orang tuanya. Dimana-mana semua berlarian untuk meminta pertolongan. Anak -anak kehilangan orang tuanya,kehilangan saudara, teman, kekasih, suami, istri, sahabat, apa semua itu bukan kesedihan? Sejujurnya aku benar-benar sedih. Seandainya saja ada orang yang mampu melupakan kejadian itu, pastinya orang itu bukan aku.

Sekelumit kisah yang mempengaruhi jalan hidupku menjadi seorang yang tegar. Mungkin waktu telah berubah, bisa saja aku dapat melewatkan masa hidupku dengan baik. Setidaknya aku bersandiwara untuk meredakan trauma itu di kehidupanku. Anak-anak yang kulihat di jalanan itu mungkin sudah seusia aku. Entah apa yang mereka kerjakan agar bisa hidup dan saat aku merasa sudah bangkit, aku harus berbuat.

Waktu yang lama tidak akan memperbaiki hati yang telah terkoyak, bahkan hingga bumi kehilangan hidupnya hati ini akan tetap merintih minta jawaban atas apa yang telah mereka alami.

Aku tidak ingin diam saja, yang bisanya berbuat aneh-aneh dan tidak berguna. Hidupku hanya sekali yang terisi oleh berbagai macam rasa, dan aku lahir bukan untuk belajar, lalu mencari pekerjaan, menikah, punya anak, punya cucu lalu mati.

Tidak ! Aku ingin berbuat sesuatu, dan diantaranya sudah kulakukan. Hidupku bisa lebih berwarna dan mampu memberi warna bagi anak lainnya. Aku berkeliling ke sekolah meminta sumbangan buku bekas dan makanan agar bisa kuserahkan ke panti asuhan. Terkadang aku menulis cerpen dan hasilnya aku beri ke anak jalanan atau pengamen. Sebagian uang jajanku aku sumbangkan di kotak sumbangan. Aku bukan malaikat, tapi aku hanya ingin melihat senyum di wajah kecil mereka.

Cita- cita seorang gadis kecil yang beranjak remaja sepertiku adalah menjadi milyuner. Ya! Dengan menjadi milyuner, aku bisa membuat panti asuhan, dengan fasilitas memadai serta memberi mereka sedikit kebahagiaan yang tidak mampu mereka dapatkan dari siapa- siapa. Aku bisa membiayai mereka agar bisa sekolah lagi. Aku bisa membuat banyak usaha jadi mereka dapat mencari pekerjaan dan memulai hidup mereka selanjutnya.

Dengan menjadi orang ultra kaya aku dapat membangun Baliku, membangun Indonesia negara penuh hutang menjadi negara penuh uang! Seandainya saja aku kenal orang kaya dermawan lainnya akan aku ajak untuk menabung amal. Menyisihkan sedikit rejeki untuk anak-anak kurang beruntung.

Bolehkah aku menjadi Presiden? Dan aku akan menyuruh semua aspek untuk sadar diri dengan penuh cinta kasih membangun bangsa ini. Lihat kehidupan sekeliling kita,masih banyak yang kurang beruntung dari pada kita. Uang tidak untuk dibawa mati, perjuangan ini untuk kehidupan masa kecilku yang diwarnai kelam kelabu hingga suatu saat aku akan membawa pelangi ke hati anak-anak yang kurang beruntung itu.

Aku juga anak yang biasa saja,buka anak kaya nan gemerlap seperti orang lain. Aku bukan anak dari keluarga yang bisa pergi ke restoran mahal setiap hari atau berbelanja barang bermerek. Namun ada yang lebih mulia, bagiku kebahagiaan batin dan spiritual melebihi kekayaan materi. Keluargaku lengkap dan masih bisa makan walau bukan yang harganya tinggi. Aku bersyukur dengan apa yang Tuhan beri, seandainya saja aku tetap diam saat itu disana,cerita ini tidak akan bisa kutulis.

Tidak seperti teman-temanku yang meledekku karena sering bergaul dengan orang tidak punya,yang sering pergi ke pasar sekedar menyapa mereka yang bekerja keras mencari nafkah, atau sengaja pergi ke tempat asuhan walau hanya membawa roti 10 biji, aku adalah diriku. Tidak peduli akan semua tanggapan bahkan cibiran orang tentangku.

Aku bangga akan impianku, aku bangga menjadi orang sosial. Sekarang dengan hal yang kecil aku yakin akan menarik orang agar turut membantu impianku. Sekarang hingga nanti,kuharap impianku jadi nyata. Membantu orang adalah kebahagiaan bagiku, dan aku sedang dalam proses pembuatan website penggalangan dana untuk anak-anak dan masyarakat kurang beruntung. Mungkin belum ada yang berminat membantuku, dengan kemampuanku untuk menulis akan kusebarkan! Ini bukan sekedar karangan belaka, yang dapat dikarang melalui imajinasi.

Untunglah aku seorang yang sedikit punya kemampuan untuk merangkai kata. Hal yang kulakukan karena memang peduli. Peduli akan nasib mereka yang ingin kubantu untuk berubah. Anak – anak, semua pasti pernah mengalami masa itu dan hampir seluruhnya ingin bahagia. Bermain dan berada dalam peluk orang tua. Canda tawa riang gembira tanpa harus menjadi beban untuk menanggung kehidupan kejam ini.

Lihatlah Baliku,Indonesiaku,Bumiku. Gadis kecil itu sudah menjadi remaja sebentar lagi dewasa. Memang aku belum pintar untuk mengetahui cara untuk mewujudkan impianku, tidak perlu pintar untuk berbuat baik, asal ada niat yang mampu menjadi tolak ukur seberapa perlu kita memperhatikan kehidupan sekeliling kita.

Sungguh aku tidak tahu apa yang akan membuat keinginanku menjadi nyata, akankah aku mendapat hadiah undian? Atau mendapat perhatian dari salah satu donatur untuk membantu meyakinkan usahaku jadi nyata, seandainya memang ada betapa mulianya orang itu. Di saat semua orang mencari kebahagiaan materi dan berselimutkan harta benda, masih ada yang ingat akan hidupnya orang lain. Mengapa mesti bingung? Dalam pikiran dan tindakan tepat atas perlindungan Tuhan aku yakin!

AKU AKAN MELAKUKAN SESUATU UNTUK MEREKA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s